Friday, 2 January 2015

Kapok pulang kampung naik bis ?

Di akhir pengunjung tahun banyak sekali acara hajatan, baik dari teman sekolah sampai saudara yang ada di kampung. Demi menyambung silatuhrahmi antar saudara tidak jarang jarak bukan menjadi suatu alasan untuk tidak bisa menghadiri hajatan seumur hidup. Apalagi saya saat ini mempunyai waktu luang untuk bisa berpergian tanpa perlu memikirkan cuti. Namun pilihannya untuk bisa pulang kampung hanya ada dua, naik bis atau kereta. 

Letak kampung saya di Madiun lebih tepatnya di kawasan lapangan udara Iswahyudi, tetapi sayang sekali lapangan udaranya bukan untuk maskapai komersial, melainkan untuk pesawat-pesawat TNI AU, jadi kalau saya memilih naik pesawat saya harus ke Solo dulu baru ke Madiun. 

Sebelum memilih antara kereta atau bis, saya terlebih dahulu mengecek keduanya apakah ketersediaan bangku untuk tanggal 24 Desember 2014 masih ada atau sudah habis. Setelah mengecek mau tidak mau pilihan saya jatuh ke bis. 

Di agen Bis 

Dari Agen bis satu ke agen bis yang lain, akhirnya saya mendapatkan agen bis yang bersedia untuk mencari bis yang kosong untuk saya. Saat di agen bis terkahir ini saya ditawari untuk naik mobil travel , karena bis yang ke arah Jawa Timur sudah penuh terisi, tanpa pikir panjang lebar saya IYAkan tawaran tersebut. 

Penjual tiket bis itu memberikan informasi bahwa travel yang saya naiki nanti datang jam 1 siang, Setelah saya tunggu sampai jam 1 siang badan travel tersebut tidak juga kelihatan. Akhirnya sang penjual tiket menyuruh saya dan para penumpang bis ( mereka sudah membeli tiket bis lebih awal dari pada saya) untuk naik ke angkutan umum yang sudah disewakan oleh agen bis ini menuju agen bis yang lain. 

Sesampainya di Agen bis yang lain itu, kami semua diturunin. Dan pejual tiket bis pun bertanya arah tujuan kita semua kamana saja, dan saya bilang kalau saya naik travel bukan bis. Namun sang penjual tiket tersebut menawarkan saya untuk naik bis, Awalnya saya masih dalam pendirian untuk naik travel, setelah dapat masukan dari penumpang bis yang ada dalam rombongan ini saya memilih untuk naik bis.  

Dari agen sebelumnya kami disuruh datang jam 1 siang tapi pas sesampainya di agen bis ini kami disuruh menunggu jam 4. 

"Gila enak banget nyuruh orang nunggu ampe 3 jam !" , umpat saya ke tukang bis itu.

Saat arologi menunjukan pukul 4, bis pun tidak juga datang, yang datang malah travel yang seharusnya saya naiki, namun saya bersyukur tidak jadi naik travel itu karena setelah saya perhatikan muatan di dalamnya udah melebih batas normal, saking maksanya untuk naikin penumpang sang supir menambahkan matras di bagian belakang travel untuk penumpangnya, padahal tempatnya itu bukan untuk penumpang, melainkan untuk tas-tas penumpang.
  
"Edaaann !" teriak saya ketika melihat kejadian itu.

Sampai travel itu pergi, bis yang saya tunggu tidak juga datang. Saat saya melihat arlogi waktu sudah menunjukan pukul 4.30 !

tertipu, atau emang saya lagi apes ? sehingga saya harus menunggu 4 jam !!!

Bis baru datang pukul 5 sore, sesampainya bis datang seluruh penumpang masuk satu per satu sesuai no karcis. Ternyata no karcis saya sama dengan no karcis penumpang yang lain, alhasil penumpang itu tak terima, namun mau dikata apa saya lebih dulu duduk di dalam bis dibandingkan dia. Petugas agen bis akhirnya mengganti no penumpang tersebut. 

Kurang Beruntung

Kesialan saya naik bis ini tidak berhenti, ketika bis belum jalan air ac bis keluar tanpa henti membuat penumpang harus repot memegang sumber tetesan air ac tersebut. Untungnya setelah jalan, air ac bis tidak lagi keluar. Namuuuun jalannya bis loncat-loncat padahal jalan yang di lalui tidaklah berlobang-lobang. Mau tidak mau sang supir memasukan bis ke dalam bengkel untuk diperbaiki. Saya dan penumpang yang lain harus menunggu tiga jam sampai bis itu baik sedia kala. 

Ketika bis sudah normal, ternyata bis yang saya naiki ini harus menurunkan penumpang satu per satu di daerah Jawa Tengah , seperti Semarang, Blora, Ngawen, dan Cepu sehingga saya yang turun di Jawa Timur harus bersabar. 

Normalnya jika bis dari Tangerang langsung ke Madiun itu memerlukan waktu 15 Jam, namun karena saya harus nunggu bis masuk bengkel, muter-muterin Jawa Tengah. Alhasil saya ke Madiun menghabiskan waktu 25 jam !!

Pelajaran

Dari pulang kampung dadakan ini saya mengambil pelajaran, Pertama. Kalo mau naik bis naiklah bis yang sudah punya nama besar, Kedua pesanlah tiket jauh-jauh hari walau tiket bis bisa di pesan setiap hari tapi ingat kalo mau pergi pas waktu liburan sekolah harus banget pesan tiket jauh-jauh hari. Ketiga. Jangan mau naik travel ke daerah yang jauh banget, kecual dari Tangerang ke Bandung naik travel dipersilakan. Dan terakhir. sesuaikan dengan uang yang kita miliki, kalo mampu naik pesawat mending pesawat, walau harus naik taksi atau bis lagi menuju tempat tujuan, eiiitss kalo ada saudara yang mau direpotkan boleh lah minta jemput di bandara.

Jangan Kapok Pulang Kampung :)

Friday, 19 December 2014

Masjid Kubah Biru Tangerang

Di Turki masjid berkubah biru terkenal dengan bernama Masjid Sultan Ahmed, di Kota Tangerang masjid berkubah biru tersebut bernama Al-A'zom, jadi tak perlu jauh-jauh perki ke Turki jika ingin melihat masjid berkubah biru, cukup datang ke Kota Tangerang Anda akan terpesona dengan keindahan kubah biru raksasanya.




Nama Al-A'zom dipilih karena memiliki arti nama Allah SWT yang paling Agung. Letak masjid  berada di dalam pusat pemerintahan kota Tangerang. Masjid berkubah biru ini didirikan atas dasar pemikiran walikota Tangerang Drs. H. Djakaria Mahmud yang menginginkan masyarakat Tangerang memiliki masjid raya yang bisa menjadi landmark untuk kota Tangerang.



Untuk mewujudkan mimpinya itu sang walikota menggandeng arsitek senior Prof Ir. H. Slamet Wirasonjaya,MLA . Entah disengaja atau tidak sang arsitek  merancang masjid raya kota tangerang ini sangat mirip dengan masjid yang ada di Turki, bedanya masjid kota tangerang ini memiliki kubah yang sangat besar yang menumpuk-numpuk.







Luas diameter kubah utama yang dimiliki masjid alazom mencapai 33.685 m Dan luas diameter anak kubahnya mencapai 32.782 m. Jika melihat dari ukuran yang dimilikinya, tidaklah heran jika kubah Al-A'zom disebut-sebut sebagai kubah terbesar di Asia Tenggara bahkan dunia.
Pesona kubah Al-A'zom tidak hanya bisa dinikmati dari luar saja melainkan juga interior didalamnya. Mata akan dimanjakan oleh kubah yang sangat besar di setiap sudut kubahnya di ukir tulisan Alquran yang sangat besar.






























Jika Anda mampir ke Kota Tangerang berkunjunglah ke masjid kebanggaan masyarakat Tangerang ini. Selamat
datang ke Kota Akhlakul Karimah Tangerang














Tulisan ini dibuat untuk mengikuti kompetisi workshop TravelNBlog #TravelNBlog2

https://plus.google.com/communities/104291205243191249782

Thursday, 11 December 2014

Keseruan #TravelNBlog2 di Bandung

Sabtu dan minggu, 6-7 Desember kemarin saya habiskan di Bandung. Bukan sekedar jalan-jalan melainkan juga mengikuti seminar dan pelatihan #TravelNBlog2. Awalnya, saya hanya membuka akun twitter @KartuPos dan berlanjut ke tahap pendaftaran.

Saya sangat tertarik dengan acara ini karena pengisi materinya orang-orang kece di bidang Travelling. Coba deh cek akun twitter mereka @arievrahman , @wiranurmansyah , @indohoy , @mozta_, @lucianancy , langsung mau follow mereka kan ?!

Acara #TravelNBlog di bagi menjadi dua hari, Hari pertama diisi dengan workshop tentang Blogging dan hari kedua diisi dengan Photo and share. Saat workshop Blogging peserta mendapatkan materi yang sangat bermanfaat untuk mengembangkan blognya, mulai dari @indohoy yang menjelaskan tentang conceptualizing your blog , jadi blog kita harus memiliki konsep. Setelah materi dari Indohoy dilanjutkan oleh mas @arievrahman , ia menuturkan Crafting Your Story tujuannya supaya pembaca betah membaca blog kita dari awal hingga akhir. Abis mas Ariev di sambung oleh mas @wiranurmansyah , mas yang satu ini pecah banget foto-fotonya, Ia memberikan tips dan trick kepada para peserta untuk mengambil foto yang bagus.

Setelah materi dari mas @wiranurmansyah seluruh peserta diminta untuk mempraktekan materi yang telah disampaikan oleh pemateri-pemateri, hasilnya dikirim ke akun Google+ dengan (#)UrangBandung dan (#)IndonesiaOnly

Setelah puas mempraktekan materi, acara diisi dengan mas @mozta yang membicarakan tentang desain blog yang ideal. Dari acara #TravelNBlog ini saya baru tau ternyata mas mozta yang mendesain blognya mba Trinity (http://naked-traveler.com/). Setelah puas mendengarkan penjelasan mas mozta, materi dilanjutkan ke mba @lucianancy yang ngomongin basic social media to boost your blog materi ini mengajarkan ke peserta untuk mempromosikan blognya di semua media sosial agar banyak yang berkunjung.

Di sesi terakhir mba Frista @discoverurindo dan mas adis @takdos mengajak peserta ngobrol santai mengenai cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari ngeblog.

Sebelum acara ditutup panitia mengumumkaan pemenang photo challenge,Dan ternyata saya termasuk pemenang photo challenge (#)UrangBandung (#)IndonesiaOnly.


Acara ditutup dengan foto bersama.

 









Monday, 1 September 2014

sistem pembuatan paspor terpadu

28 Agustus. Pagi sekali, selepas subuh, saya pergi untuk menemani teman saya membuat paspor. Seperti pengalaman yang sudah-sudah saya menyarankan teman saya untuk datang lebih pagi dari jam kantor imigrasi buka. Pernah kejadian oleh teman saya yang lain, karena datangnya agak siang,ia disarankan oleh petugas imigrasi untuk datang kembali lagi besok di jam sebelum kantor imigrasi buka. Rata-rata jam kantor imigrasi buka jam 8 pagi.

Sesampainya kami di kantor imigrasi, kami melihat antrian pendek sebelum pintu masuk. Kami harus mengantri bersama dengan orang-orang yang datang lebih pagi dari kami. Di atas kami berdiri ada bacaan "kantor imigrasi hanya melayani 50 orang" secara spontan saya menghitung orang-orang yang sedang mengantri. Salah satu orang yang mengantri mengatakan, jumlah antrian tersebut berlaku hanya untuk orang-orang yang membuat paspor secara langsung bukan secara online.Kantor imigrasi memberikan pilihan kepada pemohon paspor agar membuat paspor secara online atau datang langsung. Bagi mereka yang membuat secara online banyak kemudahan yang diberikan, diantaranya tidak dibatasi jumlah pemohon paspor, selain itu juga pemohon paspor online langsung melakukan foto dan wawancara, dan pemohon online bisa mengambil paspornya setelah tiga hari jam kerja. Berbeda dengan pemohon paspor langsung, mereka dibatasi jumlahnya, mereka harus memberikan semua berkas yang sudah lengkap kemudian melakukan pembayaran,selanjutnya setelah dua hari jam kerja mereka datang kembali untuk foto dan wawancara dan tahapan terakhir, setelah tiga hari jam kerja mereka datang kembali untuk pengambilan paspor.

Setelah lama menunggu akhirnya kami masuk ke dalam kantor imigrasi.Di dalam kantor imigrasi, kami harus mengumpulkan berkas-berkas persyatatan pembuatan paspor. Diantara foto copy KTP, foto copy KK, jika tidak ada foto copy kk bisa melampirkan ijazah asli, kartu nikah asli. Lalu kami mendapatkan no urut pemanggilan.

Seorang perempuan berdiri dihadapan semua pemohon paspor, mulut mungilnya berbicara tentang prosedur pembuatan paspor. Ia mengatakan pembatasan jumlah pemohon paspor hingga 50 orang dalam rangka menyesuaian karena per tanggal 1 september 2014 kantor imigrasi memberlakukan pelayanan paspor terpadu dimana pelayanan ini berbeda dari pelayanan sebelumnya. Perbedaan itu terletak dari efisiensi proses pembuatan paspor.Sistem yang lama
 pemohon paspor datang menyerahkan berkas-berkas, selanjutnya dua hari kemudian datang kembali untuk foto dan wawancara dan tahapan terakhir, setelah tiga hari datang kembali untuk pengambilan paspor. Di Sistem Pembuatan paspor terpadu, pemohon paspor sudah melakukan penyerahan berkas-berkas, sekaligus foto dan wawancara di hari pertama dan datang kembali setelah tiga hari jam kerja.

Sistem pembuatan paspor terpadu ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat Indonesia untuk membuat paspor, karena mudah, murah dan cepat. 

Monday, 14 April 2014

Ajak Aku Kembali ke Chiang Mai

Setelah menempuh perjalanan dari Bangkok selama 12 jam di atas kereta api usang. Aku pun tiba di stasiun Chiang Mai. Berbekal buku panduan tentang Thailand aku menyusuri kota terbesar ke 2 di Thailand ini dengan menaiki kendaraan mobil bak terbuka yang sudah dimodifikasi. 


Aku menggunakan mobil umum dari stasiun Chiang Mai menuju tempat penginapan. Di Chiang Mai tidak ada bis umum yang ada hanya mobil bak terbuka yang sudah dimodifikasi seperti yang aku naiki ini. Di dalam mobil aku menikmati pemandangan kota yang mirip sekali dengan kota Jogjakarta.
Singkat cerita kota chiang mai ini didirikan oleh Raja Mengrai pada tahun 1296, menggantikan Chiang Rai sebagai ibu kota Kerajaan Lannathai. Chiang Mai sendiri berarti kota baru, Raja Mengrai melengkapi ibu kota baru ini dengan tembok kota serta parit yang berbentuk bujur sangkar mengelilingi kota untuk melindunginya dari serangan luar, terutama Kerajaan Burma. Tidak heran sepanjang mata memandang kota ini dihiasi oleh parit yang menyerupai sungai dan tembok-tembok yang menyerupai benteng kerajaan.



Walau kota terbesar ke dua di Thailand, Chiang Mai tidaklah seramai bangkok. Disini aku tak menemui kemacetan, yang ada hanya suasana tenang dan damai. Berjalan kaki menyusuri setiap tempat tidak akan terasa lelah oleh kemacetan dan lalu-lalang kendaraan. Sejauh kaki melangkah aku menemukan beberapa candi yang indah dan sakral. Di kota ini terdapat 77 candi dan puluhan spot yang menarik untuk disinggahi dan perlu diketahui bahwa hampir semua candi di kota ini tidak memungut biaya dari pengunjung, 


Bagi seorang pelancong yang membawa uang pas-pasan seperti aku kota chiang mai sangat bersahabat. Selain beberapa tempat wisata yang gratis, makanan dan tempat penginapan pun cukup murah. Sayang sekali aku pergi ke Chiang Mai tidak bertepatan dengan festival yang sangat terkenal di kota ini seperti festival Songkran 'perang air' ribuan orang akan turun ke jalan penduduk lokal dan wisatawan berbaur untuk melakukan perang air. Festival ini di gelar pada pekan ke dua April selama lima hari.

Jika aku mempunyai kesempatan lagi, aku ingin mengunjungi Chiang Mai menikmati festival Songkran pasti sangat seru perang air bersama penduduk lokal dan wisatawan yang lain.










Friday, 11 April 2014

doa dan pesta di tahun baru

Masih di Bangkok, suasana meriah menjelang detik-detik pergantian tahun sangat terlihat di jalanan Khao San Road. Warga berkumpul bersama turis mancanegara. Bangkok seperti sebuah kampung besar dimana warga dunia berkumpul. Aku sangat jarang melihat interaksi sosial yang multikultural bersatu di satu titik seperti ini di Jakarta.


Mereka lalu-lalang silih berganti. Suara detuman musik yang berasal dari club beradu dengan suara interaksi manusia yang ada di sepanjang Khao San Road. Aneka hiburan di gelar di sepanjang jalan ini, cafe, resto dan club menawarkan harga khusus tahun baru untuk menarik pejalan kaki untuk singgah ke tempat mereka.Mereka menawarkan minuman keras hingga mabuk kepayang, menawarkan perempuan seksi yang memikat, dan menawarkan musik yang ngebit hingga pergantian tahun.

Aku menerobos keramaian orang-orang yang haus dengan hiburan. Aku menikmati keramaian ini walau hanya seorang diri. Ketika asik melihat keramaian yang ada, seorang berwajah melayu menghampiriku. Ternyata ia orang Indonesia juga. Lumayan bisa menjadi teman ngobrol hingga pagi menjelang.



Setelah bosan mengelilingi khao San Road kami berjalan menuju lapangan dekat dengan grand palace, ternyata di lapangan tersebut sedang berlangsung berdoa secara akbar yang di pimpin oleh para biksu. Thailand terkenal dengan candi dan biksu-biksunya tidak heran jika kita berkunjung ke Bangkok kita dengan mudah menemukan candi-candi yang bertebaran di kota ini. Di dalam lapangan yang luas itu warga masyarakat berkumpul melantunkan doa-doa yang dipimpin oleh para biksu yang berada di atas panggung megah di tengah lapangan.
                                           

Selain berdoa di sekeliling lapangan itu, kita bisa melemparkan lampion-lampion ke udara, sambil memanjat doa ke yang maha kuasa orang-orang menerbangkan lampion. Sangat indah suasana di lapangan ini. Mereka tidak menghabiskan malam dengan mabuk-mabukan atau berjoget-joget.

                                                

Aku secara pribadi belajar banyak di kota bangkok ini, khususnya di kawasan Khao San Road dan Grand Palace. Mereka bisa hidup berdampingan secara damai walau sangat berbeda cara hidupnya, di sisi satu mereka berpesta hingga pagi menjelang, di sisi lain mereka khusyuk melantunkan doa-doa.







Thursday, 10 April 2014

Bangkok Cerah, Selamat Tahun Baru

Hujan turun sangat lebat, bau tanah menyeruak, badan kecil ini basah tersiram olehnya, mulut komat-kamit agar hujan cepat berhenti. Namun sayang bukan berhenti, hujan malah makin deras. Keberangkatanku menuju Thailand di akhir tahun ini merupakan keputusan yang sangat sulit. Aku tinggalkan semua urusan perkuliahan untuk berlibur sejanak. Belum benar-benar pergi, hujan yang sangat lebat ini membuat aku galau. Apakah aku disana tidak akan bisa kemana-mana karena hujan deras seperti ini ? kegalauanku ada alasan karena cuaca dan iklim di Thailand tidak jauh berbeda seperti di Indonesia!

Penerbangan di tunda tiga puluh menit sampai cuaca benar-benar cerah untuk bisa terbang, dalam kondisi menunggu aku melihat sekeliling ruang tunggu. Aku tak melihat satu orang pun yang serupa dengan ku, yang pergi sendiri tanpa alasan yang kuat untuk ke Thailand. Aku berbincang dengan sekelompok bapak-bapak yang mereka mengaku sebagai wartawan, entah dari media apa, mereka sibuk dengan ponsel cerdasnya masing-masing. Ternyata selain cuaca yang ekstrim ketakutan berikutnya adalah di Thailand akan terjadi demo besar-besaran seperti demo 1998 !

Aku masih di Bandara SekarnoHatta, melihat dan mendengar situasi seperti ini aku bisa saja membatalkan rencana gila ku untuk bisa mengeliling Asia Tenggara dari Thailand lalu naik ke Laos, menyebrang ke Vietnam lalu turun ke kamboja dan kembali lagi ke Thailand untuk balik ke Indonesia.

Sebelum benar-benar pergi meninggalkan Indonesia aku kumpulkan semua informasi terkait situasi dan kondisi di Thailand toh aku ke Thailand bukan untuk yang pertama kali. Aku sedikit tahu mengenai kota Bangkok itu seperti apa, aku menduga paling yang demo itu hanya sekitaran Victoria Monument tak akan sampai ke daerah atau distrik tempat pelancong tinggal di Khao San Road.

Suara pengeras berbunyi mengumumkan penerbangan menuju ke Bangkok Thailand telah di buka, kami para penumpang masuk satu per satu ke dalam badan pesawat. Untuk mengusir rasa cemasku dalam 2 jam dari Jakarta ke Bangkok aku menonton film, lumayan menghibur di kala cuaca buruk yang sedang terjadi di langit yang membuat badan pesawat bergetar seperti mobil berjalan di atas jalan berlubang-lubang.  

Tak terasa pesawat tiba di Bandara Suvarnabhumi, aku kaget cuaca sangat cerah di Bangkok dan kejutan berikutnya tidak ada demo di bandara seperti yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu dimana rakyat Thailand menguasai bandara. Menurut berita, Bangkok itu akan shutdown pada tanggal 14 Januari 2014, jadi artinya aku masih bisa bernafas lega untuk menikmati Bangkok dalam kondisi damai.

Namun apa yang aku saksikan dalam perjalanan dari Bandara Suvarnabhumi ke Khoa San Road adalah perkumpulan besar seperti kampanye calon anggota legistatif di Indonesia, rakyat berkumpul di jalan-jalan dan ada panggung besar entah mereka ngomong apa yang aku mengerti mereka seperti berorasi. Rakyat Thailand menutup jalan-jalan, sehingga untuk menuju Khao San Road aku terpaksa tak bisa menggunakan bis setelah turun di stasiun BTS Saphan Khwai. Aku memilih naik ojek menuju Khao San Road.

Tiba di Khao San Road aku mengeliling deretan Hotel, Hostel, atau Guest House yang masih kosong dengan tarif murah. Ternyata pencarianku untuk mendapatkan penginapan sangat sulit maklum aku pergi di akhir tahun dimana para bule sudah membooking jauh hari ketimbang aku yang malas membooking ini.

Akhirnya selama dua jam aku mengelilingi daerah Khao san road aku mendapatkan penginapan yang sesuai dengan keinginanku, wilayah penginapanku di pusat hiburan khao san road. Walau agak bising aku aku tak peduli, ini tahun baru tak ramai maka tak seru.

Langit Bangkok sangat cerah tak setetes pun air turun, aku menikmati tahun baru bersama orang-orang asing. Aku melupakan ketakutan akan cuaca ekstrim dan demo yang akan terjadi di Bangkok. Ini liburan harus aku nikmati !


Selamat Tahun Baru !

Monday, 31 March 2014

Nonton Film Divergent

Suatu sore 30 Maret 2014, saya diajak oleh teman untuk menonton film. Awalnya kami ingin menonton film Berandal, namun sayang sekali waktu tanyang film ini terlalu malam, karena film yang diputar pada sore hari sudah full di pesan. Untuk mengganti kekecewaan kami mengganti film Berandal dengan film Divergent.

Ternyata film Divergent ini sangat menarik, Film ini mengisahkan seorang gadis remaja yang bernama Betris  yang tinggal di sebuah negeri yang memiliki peraturan, setiap manusia yang ada di negeri tersebut harus dibagi berdasarkan personal diri seperti Faksi Candor (jujur),Faksi Erudite (genius),Faksi Amity (suka damai),Faksi Dauntless (pemberani) dan Faksi Abnegation (penolong tanpa pamrih).

Betris yang merupakan seorang anak dewan Faksi Abnegation tentu selalu dididik oleh kedua orang tuanya untuk menolong orang-orang yang kurang mampu. Namun tidak otomatis membuat dirinya menjadi seorang Abnegation sejati. Untuk menentukan apakah dirinya termasuk Abnegation atau bukan ia harus mengikuti ujian penentuan personal diri. Ujian tersebut di lakukan secara per orangan yang di damping oleh seseorang di dalam ruangan.

Bentuk ujian yang harus ia jalani melalui cairan yang disuntikan pada lehernya yang menghasilkan suatu imajinasi. Di saat menjalani tes ia merasa ada yang tidak beres dengan dirinya sehingga ia mendapatkan hasil ujian yang menyatakan bahwa ia tidak termasuk ke salah satu personal diri yang ada.

Seorang wanita yang menguji dirinya menyuruhnya untuk menjaga rahasia identitas dirinya sebagai seorang Divergent. Kategori "Divergent" ialah kategori yang tidak termasuk ke dalam kelima jenis kategori karakteristik tersebut karena memiliki berbagai macam kepribadian yang menonjol dalam dirinya. 

Setelah ujian personal diri tersebut selesai dilaksanakan. Semua keluarga dari masing-masing faksi berkumpul untuk melihat anggota keluarganya yang telah melaksanakan ujian dan mengumumkan apakah anak mereka memiliki personal diri yang sama dengan faksi mereka atau membelot.

Dan waktu pemanggilan diri Bertris diumumkan semua terkejut karena ia termasuk ke dalam faksi Dauntless bukan abnegation. Dalam masa transisi ini ia harus berjuang agar ia bisa diterima di golongan Dauntless. Ia berusaha supaya lulus dalam tes keberanian yang mengancam nyawanya dengan melakukan terjun dari atas kereta api ke gedung, memanjat gedung hingga melempari pisau.

Pada tes yang pertama, ia menjadi salah satu peserta yang paling berani untuk terjun dari atas gedung ke dasar gedung, namun hal ini tidak membuatnya menjadi yang terbaik. Ia harus melewati serangkaian tes yang menguji keberanian, ketangkasan, dan kekuatan dirinya.

Ia mengganti namanya menjadi tris dalam faksi Duntless. Seiring berjalannya setiap tes, ia mendapatkan fakta yang mengejutkan bahwa salah satu gurunya, Four ternyata seorang Divergent dan seorang yang terlahir dari keluarga Abnegation juga. Singkat cerita Faksi Erudit mengetahui bahwa faksi Abnegation melahirkan keturunan yang mampu merusak tatanan masyarakat yang sudah terbentuk berdasarkan personal diri sehingga pemimpin Erudit ingin memusnahkan Faksi Abnegation.

Mengetahui hal tersebut ia tidak tinggal diam, ia dan four berpura-pura menyamar sebagai 'robot' Duntless untuk melindungi keluarga mereka. Namun sayang penyamaran mereka terlihat oleh tim Dauntless sehingga mereka dipisahkan. Dalam perlawanan melawan Duntless ia harus rela berpisah dengan ayah dan ibunya untuk selama-lamanya karena mereka tertembak oleh pasukan 'robot' Duntless.

Semangat dan keberaniannya membuat faksi Abnegation mampu mengatasi perlawanan dari para 'robot' Duntless yang dilengkapi pistol. Hingga ia mampu melawan otak perencana pembunuhan massal faksi Abnegation. dan membuat kehidupan kembali normal bukan dalam peperangan.

Pelajaran yang saya ambil dari film ini adalah manusia dilahirkan di dunia dalam keadaan bebas namun terbelenggu oleh hal yang bernama personal diri. Jangan takut menjadi seorang divergent. Banggalah Menjadi pribadi yang berbeda, menjadi divergent itu keren !

   


Wednesday, 19 March 2014

Pengalaman Interview kerja

Pagi ini saya mendapat kesempatan untuk bisa bekerja di salah satu perusahaan minyak dan gas milik perusahaan asing yang berskala multinasional.

Sebelum saya di terima saya harus mengikuti salah satu syarat yaitu mengikuti tahap interview, tahap interview ini dilakukan setelah data administratif saya sudah kirimkan melalui email dan tahap interview ini merupakan tahap terakhir saya bisa bekerja atau tidak di perusahaan tersebut.


Walau nanti saya tidak di terima setidaknya saya sudah mempunyai pengetahuan dari pengalaman interview pada pagi ini, pengetahuan yang pertama sebelum saya melakukan interview saya harus membaca dahulu company profil, seperti sudah berapa lama perusahaan itu berdiri, perusahaan bergerak dalam bidang apa, apa saja bagian-bagian yang dibutuhkan . Yang kedua mental setelah saya cukup memiliki pengetahuan tentang perusahaan saya harus mempersiapkan mental saya agar saya mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan baik dan benar. Yang ke tiga saya harus bisa berbicara bahasa asing khususnya bahasa Inggris, karena perusahaan yang saya lamar ini merupakan perusahaan milik asing saya dituntut untuk menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris. Yang ke empat saya harus berbicara sesuai dengan curriculum vitae yang saya tulis. Yang kelima setelah semua selesai saya harus berdoa saya serahkan semua hasil yang telah saya kerjakan ke sang pencipta.

Saturday, 8 March 2014

Ngobrol Asyik Dengan Gadis Arab

Wajahnya begitu indah, cantik sempurna khas timur tengah. Dengan memakai jilbab bermotif ia tampak lebih modis. Awalnya ia tidak melihat saya. Karena saya sapa ia menoleh dan kami pun berdialog.

Nama gadis arab itu ialah Rania Alshuaibi Osama. Saya dan ia sudah cukup lama mengenal. Namun kami jarang sekali mengobrol. Saya mengenal ia di kegiatan social club yang sering diadakan oleh tempat kursus bahasa Inggris kami. 

Hari ini ia baru saja ganti buku di level yang baru. Sambil ia mengisi buku yang masih harum dan lurus saya mengajaknya mengobrol.

Obrolan kami awalnya hanya biasa tanya kabar, dan kesibukan masing-masing. Obrolan semakin asyik setelah ia mulai bisa mencair untuk mengobrol dari pada mengisi pertanyaan-pertanyaan yang ada di buku barunya.

Kami saling bertanya, dan berdiskusi.

Rania bertanya mengapa kata-kata dalam bahasa Indonesia serupa dengan kata-kata dalam bahasa Arab seperti kursi, wajah, jumat, dan ahad ?

Saya mencoba berpikir dan menjawab pertanyaan darinya, karena pada zaman dahulu banyak pedagang Arab yang menetap di Indonesia,dan mereka berkomunikasi dengan bahasa Arab, selain mereka berdagang mereka juga menyebarkan ajaran islam.Dan karena wilayah indonesia sangat strategis untuk berdagang maka banyak negara yang datang ke Indonesia, sehingga bahasa Indonesia memiliki kesamaan bahasa dengan berbagai negara tidak hanya bahasa Arab. 

Saya pun bertanya ke Rania, apakah kamu sering mendengar nama orang Indonesia yang menggunakan bahasa Arab ?

Saya sering mendengar nama Habibie, itu nama presiden kamu bukan ? Habibie dalam bahasa Arab adalah kesayanganku. 

Wow ! kamu mengenal Habibie dari mana Rania ?

Banyak orang yang bilang Habibie itu hebat, tapi saya tidak tau ia hebat dalam hal apa.

Saya mencoba menjelaskan Habibie secara singkat, Habibie adalah presiden ke 3 Indonesia. Ia adalah seorang teknisi yang mampu membuat pesawat terbang. Karena Habibie Indonesia memiliki pesawat terbang sendiri. 

Ia pun takjub mendengar bahwa habibie adalah seorang  pencipta pesawat terbang, dan ia bertanya berapa lama Habibie menjabat sebagai presiden Indonesia ?

hmmm...tidak lama hanya dalam waktu 1 tahun lebih beberapa bulan.

Mengapa seorang Habibie menjabat presiden hanya sebentar, apakah karena rakyat atau ia sendiri yang tidak mau menjadi presiden dalam waktu yang lama ?

Sebelum Habibie menjabat presiden situasi Indonesia kala itu tidak stabil. Banyak rakyat yang demo untuk menjatuhkan presiden Indonesia, nama presiden yang ingin dijatuhkan oleh rakyat Indonesia bernama Soeharto. Setelah Soeharto berhasil dijatuhkan, Habibie dipilih menjadi presiden. Namun masa jabatan Habibie menjadi presiden tidaklah lama karena rakyat berpikir bahwa presiden Habibie punya kedekatan dengan Soeharto. Dengan hati yang ikhlas dan situasi yang damai Habibie pun melepaskan jabatannya sebagai presiden lalu diganti oleh Gusdur.

Jarang sekali pejabat tingkat tinggi mempunyai sikap seperti Habibie, Begitulah Orang islam yang sesungguhnya ia ikhlas menjalankan apa yang diperintahkan kepadanya, Rania mengungkapkan kagumnya pada sosok Habibie.

Saya pun bertanya ke Rania, mengapa di negara timur tengah itu sering sekali bertikai, berperang ?

Negara di timur tengah bertikai karena pemimpin mereka berasal dari syiah, kamu tau syiah ? mereka itu bukan islam, mereka senang berkelahi, melukai diri mereka sendiri, kamu lihat siapa pemimpin negara suriah ? ia adalah tokoh syiah. 

Syiah itu bukan islam, mereka tidak mengakui nabi Muhammad sebagi Rasullah, mereka jika bersumpah demi Husein, demi Ali bukan demi Allah dan Rasullah.

Iran itu bukan negara islam tapi negara syiah, kamu jangan sampai salah. 

Obrolan kami tiba-tiba menjadi sangat serius tentang agama dan negara namun tetap asyik.

Ia mengungkapkan , Jika kamu pilih lebih baik kamu berteman dengan orang syiah atau orang kristiani ?

Kristiani 

Jawab yang bagus, kamu lebih baik berteman dengan orang kristiani daripada orang syiah, orang syiah itu jahat, mereka tidak senang dengan perdamaian. kamu bisa lihat sendiri, mereka merusak ajaran islam yang cinta damai. Banyak orang yang berpikir syiah itu islam, padahal syiah itu bukan islam !

Bukankah di negara kamu banyak syiah, Rania ?

Di Arab Saudi 90 persen islam sunni, sisanya kristiani, syiah dan lain-lain. Daerah yang menganut syiah itu berdekatan dengan negara Bahrain. Ia pun bertanya kepada saya apakah Indonesia terdapat daerah yang mayoritas syiah?

Saya tidak tahu persebaran syiah di Indonesia yang jelas pemerintah Indonesia hanya mengakui islam Muhammadyah dan NU, saya mengungkapkan sepengatahuan yang saya miliki.

Sebelum saya berpisah dengan Rania saya memiliki beberapa pertanyaan untuknya, Mengapa di Arab Saudi wanita memakai cadar, Apa arti hijab menurut pendapat kamu, dan apa tanggapan kamu jika teman wanita islam kamu tidak berhijab ?

Sambil tertawa ia mengatakan, kamu harus bersyukur karena kamu bisa melihat wajah ku secara langsung tanpa kamu harus mendatangi ke rumahku untuk melihat wajahku melalui persetujuan ayahku. 

Alhamdulillah..ungkap saya

Memakai hijab dan cadar itu bukan karena negara, karena perintah Tuhan, kalau kamu membaca surah Al-Ahzab 59 dan An-Nur 31 kamu akan menemukan seorang wanita harus menutupi seluruh tubuhnya untuk tidak diganggu dan hanya boleh dilihat oleh keluarganya saja.

Arti hijab bagiku ialah menjalani perintah Tuhan, seperti yang tadi aku katakan kepadamu. Dan apabila aku mempunyai teman wanita muslim yang belum berhijab aku selalu mendoakannya agar ia bisa berhijab untuk tidak diganggu.

Terimakasih Rania atas obrolan yang sangat luar biasa mengasyikan sampai bertemu lagi, saya harus akhiri obrolan dengannya karena saya harus pergi.

Dan Ia menjawab sama-sama, semoga obrolan yang mengasyikan seperti ini bisa dilakukan kembali, ia pun melanjutkan mengisi buku barunya.



Friday, 24 January 2014

Berlibur Sejenak

Tidak terasa tahun 2013 akan berakhir. Siap atau tidak aku akan bertemu dengan tahun 2014. Tahun dimana aku akan menjadi seorang sarjanah. Menjadi seorang sarjanah tidaklah mudah. Aku perlu melewati beberapa tahap untuk mencapai predikat sarjana. Salah satu tahap itu bernama Seminar Usulan Proposal atau biasa anak kelas menyingkatnya SUP.

Aku memiliki kedekatan yang sangat intim dengan SUP. Kedekatanku dengan SUP sudah terbina mulai dari semester 6. Di kala teman-teman sekelas masih sibuk dengan Praktek Kerja Lapangan atau PKL Aku sudah menginput SUP duluan. Aku menginput SUP duluan dengan pertimbangan yang sangat mudah, karena aku tidak ingin melihat kekosongan di KRS yang harus terisi 24. 

Pada waktu semester 5 aku sudah mengambil PKL duluan dibandingkan teman-teman sekelas. Aku berpikir jika PKL saja aku bisa mengambil terlebih dahulu dibanding teman-teman yang lain, kenapa SUP aku tidak mencoba mengambilnya duluan.Toh tidak ada yang salah jika aku mencoba seperti PKL.

Waktu berjalan dengan cepat, motivasi yang lemah membuatku tak menyentuh SUP sama sekali, hingga masa pengisian nilai oleh dosen terjadi aku tidak menyentuh SUP. Alhasil nilai yang aku dapat adalah E atau bahasa halusnya belum lulus.  

Semester 7 pun datang aku menginput lagi SUP untuk ke dua kalinya. Ternyata di semester ini aku bertemu dengan mata kuliah Praktek Keterampilan Mengajar atau disingkat PKM. Di dalam mata kuliah ini mahasiswa harus mengajar di sebuah sekolah selama 3 bulan penuh. Jika PKL aku dan teman-teman hanya mengerjakan laporan keuangan yang mudah namun di PKM ini tugas kami sangatlah berat. Bukan hanya mengajar melainkan kami membuat suatu rancangan pengajaran, membuat soal, menguji soal yang telah dikerjakan siswa, hingga memberikan nilai ke seluruh siswa.

Setelah urusan PKM selesai, aku harus kembali menyentuh SUP. Namun prosedur yang melelahkan di PKM membuat aku kurang bergairah untuk menyentuh SUP, Alhasil aku mendiamkan SUP selama satu bulan. Dan kebetulan di satu bulan itu aku mendapatkan suatu acara yang lumayan feenya, lumayan bisa untuk biaya liburan.

Selepas melakukan pekerjaan, entah semangat dari mana aku ngebut mengerjakan SUP. Aku rajin bimbingan dengan dosen, pergi ke perpus fakultas, pergi ke perpus Universitas, pergi ke perpus daerah demi menyelesaikan SUP.  Setelah selesai mengerjakan SUP aku harus mendaftarkan diri untuk sidang SUP.

Di dalam syarat sidang SUP, mahasiswa wajib menyerahkan hasil SUP yang telah mereka buat. Penyerahan SUP merupakan tanda bahwa mahasiswa tersebut mendaftarkan diri untuk sidang, jika tidak menyerahkan mahasiswa tersebut tidak bisa mengikuti sidang SUP. Waktu pengumpulan SUP berselang satu minggu sebelum sidang, karena beberapa teknis aku mengumpulkan SUP 3 hari sebelum sidang akan berlangsung.

Sehari sebelum sidang, tepatnya tanggal 29 Desember 2013. Dosen melihat judul SUP yang aku kerjakan memiliki kesamaan dengan judul SUP temanku. Alhasil aku di panggil, aku pun menjelaskan perbedaan antara SUPku dengan SUP temanku. Namun sayang dosen tidak menghiraukan alasan yang aku jelaskan. Ia meminta untuk mengganti SUP yang telah aku buat, dan aku tidak bisa mengikuti sidang besok 30 Desember 2013.Mendengar pernyataan seperti itu, aku sedih, kecewa perjuangan yang cukup menguras uang, waktu, dan tenaga harus terhenti.

Aku berserah bukan berarti menyerah masih panjang perjuangan ini. Mungkin ini waktunya aku berlibur sejenak. Yah berlibur sejenak melepaskan penat dari semester 7. Aku mengucapkan "hei SUP ku sayang aku menunda mu, aku akan berlibur selama 2 minggu, setelah itu aku akan kembali kepada mu"

Mulai tanggal 31 Desember 2013 - 15 Januari 2014 aku berlibur berkeliling Indocina, ASEAN secara solo traveler !

Wednesday, 15 January 2014

Belajar dari shut down Bangkok, Thailand

Hari itu 12 Januari aku berkunjung ke negeri gajah putih, bukan untuk menyaksikan demo besar yang akan terjadi, melainkan aku memang sudah berada di kota ini dari tanggal 31 Desember. Aku sudah memesan tiket pesawat dari jauh hari untuk mengunjungi negeri ini, namun di luar dugaan kota ini mengamuk meminta perhatian dunia bahwa suara rakyat negeri ini ingin di dengar,

Mereka datang dari seluruh penjuru daerah. Berkumpul,bersatu, dan bersuara  di pusat kota Bangkok. Pusat segala aktivitas pemerintahan dan bisnis negeri gajah putih. Mereka tidak anarkis. Sejauh mata memandang apa yang aku saksikan di malam itu hanya suatu festival. Nama festival itu ratan
nakoasin, aku menonton pertunjukan yang menceritakan raja dan ratu Thailand. Aku menggambar bersama anak-anak kecil, menyantap makanan tradisional secara gratis, menyaksikan fire dancing,dan tak lupa aku berjalan mengelilingi stand yang ada di dalam festival itu hingga aku kembali ke hostel. Penuh suka cita di dalam festival ini.

Namun ternyata, pada waktu yang bersamaan di daerah grand palace terjadi penembakan. Entah bagaimana awal ceritanya, aku hanya mendapat info sekilas itu dari seorang teman Thailand. Ia memberitahuku bahwa ada korban tewas dalam kejadian tersebut. Mendengar hal tersebut, aku hanya heran aku tidak merasakan ancaman atau hal yang mengkhawatirkan, malah aku bahagia bersama dengan turis mancanegara ataupun rakyat Thailand itu sendiri.

Dan akhirnya pada tanggal 13 Januari, kejadian Bangkok shutdown pun berlangsung secara besar-besaran. Semua bis di Bangkok tidak beroperasi. Aku hanya memilih berdiam diri di kawasan khoasan road. Daerah dimana pusat turis mancanegara tinggal. Aku takjub dengan kota ini, aku tidak pernah melihat turis mancanegara sebanyak ini di Jakarta. Para turis mancanegara seolah tidak larut dalam situasi demo, mereka tetap beraktivitas. Berkumpul di café, di club, jalan-jalan di sekitaran khoasan. Semua berjalan normal tidak ada yang dikhawatirkan dalam benak mereka.

Sambil berkeliling di daerah khoasan road aku pun menyaksikan demontrasi yang besar itu di televisi jalanan, sungguh situasi yang luar biasa besar. Mereka, rakyat Thailand mengibar-ibarkan bendera Thailand, bernyanyi, bersorak akan perubahan di dalam tubuh pemerintahan mereka. Kota ini seolah jatuh di tangan rakyat. Namun apa yang aku lihat mereka tidak membakar ban, tidak rusuh, tidak bentrok dengan polisi semua berjalan dengan damai. Tidak heran walau situasi yang mengkhawatrikan yang diberitakan di media massa turis mancanegara tetap asik berwisata di ibukota negeri gajah putih ini.


Aku mendambakan Jakarta atau kota-kota di negeriku Indonesia, jika berdemo bisa seperti ini. Berkumpul, bersatu, dan bersuara. Namun tidak anarkis. Kita perlu dan berhak menyuarakan aksi kita. Karena pemerintahan tanpa rakyat itu bukanlah Negara.

Thursday, 12 December 2013

Keliling ASEAN- Malacca, Malaysia

Bermimpi itu indah. Satu tahun terakhir ini, mimpi saya cuman satu : ingin keliling negara ASEAN dengan budget rendah. Mumpung masih muda, mumpung masih diberikan kesehatan, mumpung punya mimpi !

Kenapa harus ASEAN, bukan Indonesia terlebih dahulu ?

Mungkin saya akan menjadi orang yang tidak adil, jika saya mengagumi Indonesia tanpa saya pernah melihat negara orang. Kita harus keluar rumah, bukan ? untuk mengetahui apakah rumah kita lebih bagus dari pada tetangga kanan kiri kita ?
bukankah membandingkan itu tidak baik ?

Memang membandingkan lalu mencela negara orang atau malah negara sendiri itu perbuatan tidak etis. Tapi apabila kita berkunjung ke negara orang lalu kita mengambil nilai kehidupan, nilai sosial dari negara yang kita kunjung itu baik untuk negara kita kenapa tidak kita terapkan dalam kehidupan kita ?

Salah satu contoh nilai sosial dan nilai kehidupan yang bagus untuk diambil pelajaran dari perjalanan saya berkeliling di Malaysia ialah menghargai gedung-gedung tua. Saya mengunjungi salah satu wilayah yang melestarikan gedung-gedung tua. Nama daerah itu ialah Malacca, sebuah daerah yang terletak dibibir selat antara Indonesia dan Malaysia.
Di dalam Malacca ini kamu akan menemukan berbagai macam gedung tua yang masih cantik berdiri, walau gedung-gedung tersebut sudah berusia ratusan tahun. Tidak heran jika Malacca tercacat sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

Resep kecantikan Malacca yang awet hingga ratusan tahun terletak di masyarakat setempatnya, mereka selalu  menjaga kebersihan lingkungan di wilayah malacca. kamu bisa menikmati indahnya sungai buatan yang mengaliri kota malacca denga perahu atau bagi kamu pencinta lari, malacca ini cocok banget untuk track favorit kamu. Kamu bisa melihat keindahan malacca sambil menghirup udara laut yang sepoi-sepoi.

bagaimana caranya saya bisa ke malacca ?

Saya menggunakan LRT dan bus panorama, awalnya saya naik LRT di Plaza Rakyat dekat Pudu Raya, lalu saya turun di Chasaolin lalu lanjut ke Bandar Tasik selatan kemudian Malaka Sentral

Selamat mengunjungi Malacca

Friday, 29 November 2013

terlalu manis untuk dilupakan

Pada hari itu, 12 September 2013, bukanlah hari yang biasa. Saya mendapatkan suatu kejutan yang manis dari kelas yang saya ajar. Mungkin terlalu berlebihan jika saya menulis ini untuk menceritakan kebahagiaan yang saya rasakan dari kejutan yang mereka berikan kepada saya. Suatu kejutan yang diberikan oleh orang yang baru saya kenal beberapa minggu. 

Terhitung mulai dari 19 Agustus 2013, saya menjadi guru praktek di X AK 1 SMKN 14 Jakarta. Di awal pertemuan saya tidak menceritakan bahwa saya akan berulang tahun pada tanggal 10 September ke murid-murid, sehingga saya tak mengerti mereka mengetahui tanggal kelahiran saya dari mana.

Mereka memberikan kejutan pada tanggal 12, karena pada tanggal 10 saya mengajar di kelas mereka siang dan pada tanggal 11 saya libur. Barulah tanggal 12, hari dimana saya mengajar pada jam pertama di kelas mereka.

Dan tepat pada hari ini, 29 November 2013,hari dimana saya mengajar pada jam terakhir. Saya dan mereka harus berpisah. Berpisah karena saya sudah 3 bulan untuk melaksanakan masa Praktek Keterampilan Mengajar (PKM). Perpisahan yang jauh dari drama tangis air mata. 

Di hari terakhir, mereka membarikan satu karton yang berisikan foto-foto. Kenangan antara saya dan mereka di hari kejutan itu.

Terimakasih X AK 1 atas sikap manis yang kalian tunjukan kepada saya, selalu bersikap manis dan cerdaslah ke semua orang. Semoga kamu semua menjadi pribadi yang tuhan harapkan untuk mengisi peran dalam dunia.

see you around, enjoy your travel
@trypria


Sunday, 24 November 2013

Tips Jika Koper Hilang di Bandara

Bandara bisa dibilang menjadi kawasan terpadat. Salah satu contoh bandara terpadat di Indonesia ialah Bandara Soekarno Hatta, di bandara ini tiap harinya ada sejuta lebih orang turun naik pesawat. begitu pula di kota-kota sibuk lainnya di mancanegara.


Tak jarang kejadian koper hilang atau terbawa penerbangan lain sering terjadi. Untuk menghindari hal yang tidak di inginkan, berikut tips agar koper anda tak terbang melayang:

1. Nomor Jalur Bagasi
Di sejumlah bandara, ada banyak jalur penurunan bagasi. Pastikan Anda berada pada jalur yang tepat. Lihat pengumuman nomor penerbangan di atas jalur bagasi.

2. Kartu Klaim
Banyak orang mengabaikan kartu klaim yang biasa menempel pada boarding pass atau tiket. Apalagi jika kartu ini terpisah dari boarding pass. Padahahal kartu ini harus Anda jaga karena selain sering ada pemeriksaan juga bermanfaat jika koper Anda tidak ditemukan.

3. Koper dalam Penerbangan Lain
Untuk kasus ini koper biasanya akan kembali. Hanya dibutuhkan kesabaran menunggu karena bisa memakan waktu sehari.

4. Identitas dan Tanda Khusus
Sebaiknya tempelkan keterangan identitas seperti nama, alamat, kota asal, dan nomor yang bisa dihubungi. Selain itu berikan tanda khusus di tas Anda agar mudah dikenali dan tidak tertukar.

5. Satu Pasang Pakaian
Siapapun tentu ogah jika kopernya hilang atau tertinggal tapi untuk berjaga-jaga Anda perlu membawa sepasang atau dua pasang pakaian di tas yang diletakan di kabin. Sehingga jika ada hal buruk terjadi Anda masih memiliki pakaian ganti. Peralatan mandi mini pun perlu disiapkan.

6. Pisahkan Barang Berharga
Idealnya koper di bagasi hanya berisi pakaian dan alat kecil lainnya. Pisahkan barang berharga seperti laptop, identitas, dan dokumen penting lainnya. Simpan di dalam tas yang diletakan di kabin.

Tuesday, 19 November 2013

Sandeq, Ikon Wisata Sulbar yang Mendunia

Aris, seorang pria kurus berusia lanjut, menatap rindu ke perahu layar yang berpacu. Mata teduh menyiratkan pengalaman membatu tentang laut dan sandeq. Namun di keteduhan itu, ia terus siaga, menatap tajam pada sandeq bernama Surya Persada. Takut-takut ada kerusakan yang timbul di perahu layar itu.

Ia terombang-ambing selama beberapa jam di dalam kapal body, sebutan untuk kapal bermesin tanpa layar. Di depan mata, pacuan sandeq tengah berlangsung. Sebuah tradisi kuat yang mengakar dari generasi ke generasi.

Aris seorang tukang perahu. Ia bertugas melakukan perbaikan jika terjadi kerusakan pada perahu layar khas suku Mandar atau dikenal dengan sebutan sandeq. Namun, di saat muda, ia kerap turun sebagai peserta lomba sandeq. Aris sendiri tak yakin berapa usianya sekarang. Ia hanya tahu usianya sudah lebih dari setengah abad.

"Ya, rindu juga ikut lomba sandeq," tuturnya sambil tertawa seusai lomba Etape 3 (rute segitiga Majene) Sandeq Race, di Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Senin (3/9/2012).

Provinsi  Sulawesi Barat (Sulbar) yang baru berusia delapan tahun sebagai hasil pemekaran dari Sulawesi Selatan itu memang belum tenar. Majene, sebagai salah satu kabupaten di Sulbar, sempat tenar sesaat akibat peristiwa jatuhnya Adam Air pada tahun 2007. Saat itu, pesawat diperkirakan jatuh di seputaran perairan Majene yang disebut-sebut sebagai "Segitiga Bermuda"-nya Indonesia.
Majene dan tiga kabupaten lainnya di Sulbar memang berada di pesisir pantai. Sulbar sendiri memiliki lima kabupaten. Tak heran, jika Suku Mandar pun memiliki tradisi kuat dalam mengarungi laut.
Perahu layar tercepat

Bentuk sandeq begitu ramping, tetapi panjang. Lebarnya hanya tak sampai satu meter dan panjang sekitar 12 sampai 13 meter. Bentuknya meruncing, baik di depan maupun di belakang. Sandeqtradisional yang digunakan untuk balap hanya mengandalkan kekuatan angin untuk melaju.

Layar terbentang begitu tinggi dan lebar, seakan tak sebanding dengan badan perahu yang ramping. Tinggi tiang layar mencapai 16 meter. Sementara itu, lebar layar sekitar 12 meter. Dari tepi pantai, layar itu menari-nari ditiup angin. Di kala angin tak bersahabat, pengendara sandeq pun terpaksa mendayung.

Ada dua versi mengenai asal-usul nama sandeq. Satu hal yang pasti, sandeq berarti 'runcing'. Versi pertama menyebutkan bahwa runcing yang dimaksud adalah badan perahu yang kedua ujungnya meruncing. Sementara itu, versi kedua dituturkan oleh Ahmad Hasan, petugas di Museum Mandar. "Karena ujung layarnya runcing, makanya disebut sandeq," ungkapnya.

Museum Mandar sendiri cocok menjadi tempat untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai perahu-perahu khas Mandar, termasuk sandeq. Sementara itu, untuk melihat pembuatan langsung perahu sandeq, kita bisa ke daerah Cilalang dan beberapa tempat lainnya di seputar Majene ataupun Polewali Mandar.

Perahu ini dibuat dari kayu yang berasal dari pohon tipulu, sejenis pohon meranti; juga dengan tambahan kayu ulin. Sandeq juga dilengkapi bambu dan paku pun terbuat dari kayu. Walau tradisional,sandeq mengalami beberapa inovasi. Penggunaan tripleks menjadi inovasi yang dilakukan.
Keunikan lainnya adalah warna perahu yang seragam, warna putih. Dari kejauhan, saat sandeq-sandeqberjejeran, warna putih tersebut begitu kontras dengan birunya lautan. Beberapa orang menyebutkan warna putih merupakan tradisi dari kepercayaan nenek moyang untuk menghalau roh jahat yang bisa datang mengganggu saat melaut.

Versi lain menyebutkan warna putih dimaksudkan agar mudah terlihat di malam hari saat nelayan pergi mencari ikan. Ya, sandeq sebenarnya perahu yang digunakan nelayan mengarungi lautan untuk menangkap ikan. Tak main-main, sandeq bisa berlayar hingga Kalimantan, bahkan lebih.
"Saya dulu berlayar sampai Lombok untuk mencari ikan. Perlu waktu tiga hari tiga malam," ungkap Aris.

Konon, sandeq merupakan perahu layar tradisional tercepat di dunia. Menurut Qadir Tahir, Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Majene, sebuah penelitian yang dilakukan orang Perancis menunjukkan bahwa sandeq merupakan perahu tradisional yang tercepat di kelasnya di dunia.

Sandeq memang pernah dikirim ke Perancis pada Juli 2012 dalam ajang Les Tonnerres de Brest Festival. Aksad, salah satu peserta Sandeq Race 2012, dengan sandeq bernama Bress Perancis, salah satu saksi peristiwa bersejarah itu.

Bress Perancis yang diunggulkan dalam Sandeq Race 2012 ternyata memiliki "kakak". Begitu sebutan yang dijuluki Aksad. Perahu "kakak" yang ia maksud adalah sandeq lain yang dimilikinya. Bersama dua perahu lainnya, sandeq miliknya tampil di Perancis.

"Saya datang ke Perancis bersama tim untuk melayarkan sandeq. Sambutannya meriah," tuturnya.
Ia mengungkapkan, Darwin, juru kemudi yang menjalankan sandeq Bress Perancis ataupun sandeqyang dikirim ke Perancis, sampai didatangi banyak orang untuk mencari tahu. Sesaat, mereka bagai selebriti.

"Pak Darwin disebut 'kapten kapal' oleh orang-orang di sana," katanya sambil tersenyum bangga.
Sampai saat ini, ketiga perahu tersebut masih ada di Perancis. Saat itu, sandeq mewakili Indonesia dalam festival bahari yang bertempat di Bretagne, Perancis, tersebut pada 13-19 Juli 2012.
Kala itu, sandeq tampil bersama 2.500 perahu layar lainnya, berasal dari berbagai penjuru dunia. Ajang yang berlangsung setiap empat tahun itu ibarat panggung unjuk gigi bagi sandeq untuk tampil di mata dunia.

Seperti dikutip dari situs resmi Les Tonnerres de Brest Festival 2012, festival ini dikunjungi lebih dari satu juta orang dari berbagai negara. Indonesia menjadi satu dari lima negara yang khusus diundang festival, termasuk Meksiko, Rusia, Norwegia, dan Maroko.
Orang Mandar memang patut berbangga pada sandeq. Hal itu pun masih terlihat hingga kini. Para peserta Sandeq Race banyak yang tak sekadar mengejar uang sebagai hadiah perlombaan, tetapi lebih dari itu.

"Bukan uang yang saya kejar. Ini hobi dan kebanggaan," kata Aksad.
Saat Sandeq Race 2012 berlangsung, anak-anak kecil yang ikut bersorak menyemangati sandeqbegitu terpesona pada perahu tersebut. Mereka lahir dan besar di Majene. Beberapa anak saat ditemui mengungkapkan kekaguman mereka pada sandeq. Seakan impian mereka adalah bisa mengarungi lautan dengan sandeq.

"Ya, Kak, nanti kalau sudah besar mau ikut balap sandeq," ujar seorang anak.
Dengan riwayat pernah tampil di mata dunia, pantaslah jika sandeq menjadi ikon budaya dan ikon wisata Mandar. Terlebih lagi, Sulbar memiliki lomba tahunan Sandeq Race yang bisa menjadi ajang promosi pariwisata Sulbar... (bersambung)