Setelah menempuh perjalanan dari Bangkok selama 12 jam di atas kereta api usang. Aku pun tiba di stasiun Chiang Mai. Berbekal buku panduan tentang Thailand aku menyusuri kota terbesar ke 2 di Thailand ini dengan menaiki kendaraan mobil bak terbuka yang sudah dimodifikasi.
Aku menggunakan mobil umum dari stasiun Chiang Mai menuju tempat penginapan. Di Chiang Mai tidak ada bis umum yang ada hanya mobil bak terbuka yang sudah dimodifikasi seperti yang aku naiki ini. Di dalam mobil aku menikmati pemandangan kota yang mirip sekali dengan kota Jogjakarta.
Singkat
cerita kota chiang mai ini didirikan oleh Raja Mengrai pada tahun 1296,
menggantikan Chiang Rai sebagai ibu kota Kerajaan Lannathai. Chiang
Mai sendiri berarti kota baru, Raja Mengrai melengkapi ibu kota baru ini
dengan tembok kota serta
parit yang berbentuk bujur sangkar mengelilingi kota untuk melindunginya dari
serangan luar, terutama Kerajaan Burma. Tidak heran sepanjang mata memandang
kota ini dihiasi oleh parit yang menyerupai sungai dan tembok-tembok yang
menyerupai benteng kerajaan.
Walau kota terbesar ke dua di Thailand, Chiang Mai tidaklah seramai bangkok. Disini aku tak menemui kemacetan, yang ada hanya suasana tenang dan damai. Berjalan kaki menyusuri setiap tempat tidak akan terasa lelah oleh kemacetan dan lalu-lalang kendaraan. Sejauh kaki melangkah aku menemukan beberapa candi yang indah dan sakral. Di kota ini terdapat 77 candi dan puluhan spot yang menarik untuk disinggahi dan perlu diketahui bahwa hampir semua candi di kota ini tidak memungut biaya dari pengunjung,
Bagi seorang pelancong yang membawa uang pas-pasan seperti aku kota chiang mai sangat bersahabat. Selain beberapa tempat wisata yang gratis, makanan dan tempat penginapan pun cukup murah. Sayang sekali aku pergi ke Chiang Mai tidak bertepatan dengan festival yang sangat terkenal di kota ini seperti festival Songkran 'perang air' ribuan orang akan turun ke jalan penduduk lokal dan wisatawan berbaur untuk melakukan perang air. Festival ini di gelar pada pekan ke dua April selama lima hari.
Jika aku mempunyai kesempatan lagi, aku ingin mengunjungi Chiang Mai menikmati festival Songkran pasti sangat seru perang air bersama penduduk lokal dan wisatawan yang lain.
No comments:
Post a Comment