Saturday, 9 February 2013

Alchemist


 “Lihatlah pertanda di seklilingMu,dan Pelajarilah pertanda itu”

Menjadi pengembala atau tukang roti merupakan suatu pilihan hidup. Ketika santago memilih untuk menjadi pengembala banyak hal yang ditemuinya, berbagai hambatan dan tantangan harus dihadapi. Suatu malam santiago bermimpi bertemu dengan seorang anak kecil yang menunjukan kepadanya harta karun. Mimpi itu tidak sekali melainkan dua kali. Dari mimpi tersebut Santiago mencoba menafsirkan apa maksud dari mimpi tersebut.

Melalui berbagai cara ia tempuh, pertama ia mendatangkan ke wanita yang dapat menafsirkan mimpi.  Santiago merasa kecewa karena wanita itu tidak dapat menceritakan bagaimana cara untuk mendapatkan harta karun tersebut. Kedua sambil menyusuri padang rumput dan pertokoan bersama domba-dombanya, Santiago bertemu dengan Raja Salem yang dapat menunjukan cara bagaimana mewujudkan mimpinya untuk mendapatkan harta karun itu.

Raja Salem merupakan orang yang bijak setiap ucapan yang telontar merupakan tafsiran dari mimpi yang sedang diwujudkan oleh santiago. Raja salem berkata, “satu-satunya kewajiban manusia yang sejati adalah mewujudkan takdirnya, dan saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu untuk membantumu meraihnya.”

Takdir adalah apa yang selalu ingin kaucapai. Semua orang ketika masih muda, tahu takdir mereka. Pada titik kehidupan itu segalanya jelas, segalanya mungkin. Mereka tidak takut bermimpi, mendambakan segala yang mereka inginkan terwujud dalam hidup mereka. Tapi dengan berlalunya waktu, ada daya misterius yang mulai meyakinkan mereka bahwa mustahil mereka bisa mewujudkan takdir itu. Daya misterius itu adalah kekuatan yang kelihatannya negatif, tapi sebenarnya menunjukkan pada mu cara mewujudkan takdirmu.

Daya ini mempersiapkan rohmu dan kehendakmu, sebab ada satu kebenaran mahabesar di planet ini : siapa pun dirimu apa pun yang  kaulakukan, kalau engkau sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, itu karena hasrat tersebut bersumber dari hati yang bersih di dalam jiwa. Di masa-masa awal kehidupan mereka, manusia sudah tahu alasan keberadaan mereka. Namun manusia sering terlalu cepat meyerah dalam mewujudkan setiap takdir yang mereka kehendaki.

Dengan melihat berbagai pertanda di sekelilingnya Santiago melangkah untuk mewujudkan takdirnya,menemukan harta karun itu. Pertanda itu dapat dilihat melalui berbagai kehidupannya sebagai pengembala,

No comments:

Post a Comment