“Lihatlah pertanda di
seklilingMu,dan Pelajarilah pertanda itu”
Menjadi
pengembala atau tukang roti merupakan suatu pilihan hidup. Ketika santago
memilih untuk menjadi pengembala banyak hal yang ditemuinya, berbagai hambatan
dan tantangan harus dihadapi. Suatu malam
santiago bermimpi bertemu dengan seorang anak kecil yang menunjukan kepadanya
harta karun. Mimpi itu tidak sekali melainkan dua kali. Dari mimpi tersebut
Santiago mencoba menafsirkan apa maksud dari mimpi tersebut.
Melalui berbagai
cara ia tempuh, pertama ia mendatangkan ke wanita yang dapat menafsirkan mimpi. Santiago merasa kecewa karena wanita itu tidak dapat menceritakan bagaimana
cara untuk mendapatkan harta karun tersebut. Kedua sambil menyusuri padang
rumput dan pertokoan bersama domba-dombanya, Santiago bertemu dengan Raja Salem
yang dapat menunjukan cara bagaimana mewujudkan mimpinya untuk mendapatkan
harta karun itu.
Raja Salem
merupakan orang yang bijak setiap ucapan yang telontar merupakan tafsiran dari
mimpi yang sedang diwujudkan oleh santiago. Raja salem
berkata, “satu-satunya kewajiban manusia yang sejati adalah mewujudkan
takdirnya, dan saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu
untuk membantumu meraihnya.”
Takdir adalah apa
yang selalu ingin kaucapai. Semua orang ketika masih muda, tahu takdir mereka.
Pada titik kehidupan itu segalanya jelas, segalanya mungkin. Mereka tidak takut
bermimpi, mendambakan segala yang mereka inginkan terwujud dalam hidup mereka.
Tapi dengan berlalunya waktu, ada daya misterius yang mulai meyakinkan mereka
bahwa mustahil mereka bisa mewujudkan takdir itu. Daya misterius
itu adalah kekuatan yang kelihatannya negatif, tapi sebenarnya menunjukkan pada mu
cara mewujudkan takdirmu.
Daya ini mempersiapkan rohmu dan kehendakmu, sebab
ada satu kebenaran mahabesar di planet ini : siapa pun dirimu apa pun yang kaulakukan, kalau engkau sungguh-sungguh
menginginkan sesuatu, itu karena hasrat tersebut bersumber dari hati yang
bersih di dalam jiwa. Di masa-masa awal
kehidupan mereka, manusia sudah tahu alasan keberadaan mereka. Namun manusia
sering terlalu cepat meyerah dalam mewujudkan setiap takdir yang mereka
kehendaki.
Dengan melihat
berbagai pertanda di sekelilingnya Santiago melangkah untuk mewujudkan takdirnya,menemukan
harta karun itu. Pertanda itu dapat dilihat melalui berbagai kehidupannya
sebagai pengembala,
No comments:
Post a Comment